Pintar vs Smart

November 19, 2009 at 12:56 pm | Posted in Publikasi | Leave a comment

Alkisah, ada dua sahabat yang telah menjalin tali persahabatan selama 15 tahun. . Mereka bernama Toni dan Jordi. Mereka sudah sering bermain bersama sejak kecil sampai sekarang. Toni itu termasuk salah satu murid yang selalu mendapat ranking 1 di sekolah dan selalu mencetak prestasi di bidang Sains. Dia telah mempersembahkan beberapa baik gelar maupun medali. Jordi itu murid yang tidak terlalu cemerlang tetapi dia punya akal yang cukup cerdik dan berkreativitas yang tinggi. Mereka baru saja lulus kuliah. Mereka siap berpisah sementara untuk berkerja mencari nafkah.

Toni mencoba melamar kerja di salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia. Dia langsung diterima sebagai karyawan swasta di perusahaan itu. Tiap bulan, dia telah menerima gaji yang cukup besar bernilai lima juta. Dia cukup untuk membiayai hidup sendiri dan kebutuhannya. Dia selalu berkehidupan cukup saja. Toni mampu memecahkan beberapa masalah yang sering melanda perusahaannya. Dia merupakan tulang punggung bagi perusahaannya. Sedangkan, Jordi selalu mencari kerja di mana – mana. Dia selalu keluar – masuk dari tempat kerjanya. Dia melakukan segala cara untuk mencari pengalaman dan ilmu penting. Dia sudah kenyang pengalaman dan siap memanfaatkan beberapa ilmu yang penting. Jordi sudah punya modal besar yang berasal dari hasil keringat dirinya. Kemudian dia membuka usaha penjualan kertas. Setelah beberapa tahun, dia telah merintis usahanya selama 5 tahun, perusahaannya itu telah menjadi salah satu perusahaan Indonesia yang telah menembus era globalisasi dan Jordi itu telah termasuk salah satu orang terkaya di dunianya. 

2 tahun kemudian. Mereka menenmui untuk lepas rasa kangen. Mereka saling menanyakan akan keadaan hidupnya masing – masing. “ah..?? kao bisa hidup lebih sukses daripada aku padahal kau waktu di sekolah nilai kao di sekolah agak pas2an drpd aku. Aku sering berprestasi di sekolah dan sering mendapat nilai bagus. Kenapa bisa begitu..??. Jordi tersenyum dan menjawab “ kepintaran itu belum tentu cukup sih mendingan kau harus menyadari potensi dirimu terus harus punya keyakinan untuk memulai menghadapi rintangan. Kau harus pandai memanfaatkan kesempatan yang selalu ada dalam hidupmu, dan terakhirnya Kau juga harus bisa melakukan dalam pergaulan antar masyarakat. Begitu lah.. haha..!!. Toni juga ikut tertawa sambil menggangguk kepalanya. Toni mulai menyadari hal itu dan akan memulai hidup baru dengan membuka usahanya. Dari cerita di atasnya, ternyata smart alias cerdik justru lebih baik daripada pintar. Kalo pintar itu memang tidak cukup untuk menjadi orang sukses malah hidup biasa-biasa. ya khan? Tetapi pintar itu memang boleh tetapi kepintaran harus dioptimalkan dengan semaksimal mungkin untuk mengembangkan potensi yang Anda miliki sekaligus harus cerdik dalam membaca peluang yang sering muncul di saat peristiwa yaang kita alami dengan jeli. Kemudian, kita harus membiasakan dirinya agar lebih mudah bersosialisasi dengan masyarakat. Siapa tahu kita dapat untung dan pengalaman dari teman? Tapi kita tidak boleh makan teman. haha. Semoga Anda berhasil di suatu hari nanti. God Bless You.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: